Chapter 3 COGM, COGS, JURNAL, PR

 1.      P3-5. Perbedaan antara system kalkulasi biaya utama, langsung, dan absorpsi adalah :

  •  Biaya utama adalah biaya yang langsung berhubungan dengan produksi. Biaya utama terdiri dari bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Kalkulasi Biaya Variabel – biaya manufaktur  variabel dan biaya periode dimasukkan; biaya manufaktur tetap dan biaya periode dikeluarkan.
  • Biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang dapat ditelusuri secara fisik ke produk atau jasa tertentu, seperti gaji yang dibayarkan kepada para akuntan atau pengacara. Kalkulasi Biaya Throughput – hanya Bahan Langsung dimasukkan; semua biaya lain dikeluarkan
  • Biaya absorpsi adalah kalkulasi biaya yang menentukan bahwa yang termasuk biaya produksi adalah bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Kalkulasi Biaya Absorpsi – biaya manufaktur dimasukkan; biaya periode dikeluarkan

2.      P3-6 Perbedaan antara system kalkulasi biaya aktual dan standar adalah :

 A. Kalkulasi biaya aktual adalah ukuran yang paling umum digunakan dalam system akuntasi biaya adalah suatu sistem dalam pembebanan harga pokok produk atau pesanan atau jasa pada saat biaya tersebut sudah terjadi atau biaya yang sesungguhnya dinikmati.

  • Sistem biaya aktual mengharuskan perusahaan menggunakan biaya aktual dari seluruh sumber daya (bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead) yg digunakan dlm produksi untuk menentukan biaya per unit.
  • Sistem ini tidak dpt memberikan informasi tepat waktu, karena BOP dihitung aktual.
  • Menciptakan konflik antara ketepatan waktu dan keakuratan.
  • Harga pokok produk berfluktuasi karena fluktuasi biaya overhead.
  • B.  Kalkulasi biaya standar adalah suatu sistem akuntansi biaya yang mengolah informasi biaya sedemikian rupa sehingga manajemen dapat mengidentifikasi kegiatan dalam perusahaan yang biayanya menyimpang dari biaya standar yang ditentukan. Namun demikian sistem biaya standar juga memiliki manfaat dan kelemahan. Biaya standar adalah biaya yang ditentukan di muka, yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu, di bawah asumsi kondisi ekonomi, efisiensi, dan faktor-faktor lain tertentu.

Secara umum biaya didefinisikan sebagai sumber daya ekonomis yang dikorbankan untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu, tetapi di dalam suatu pengambilan keputusan yang berbeda.

  • Biaya normal adl campuran biaya aktual dari TKL dan BBL dg biaya yg ditetapkan (diestimasi) terlebih dahulu untuk overhead.
  • Kalkulasi biaya normal lebih disukai krn memberikan informasi biaya per unit scr tepat waktu.
  • Kelemahan: terjadinya perbedaan antara tarif BOP yg ditentukan dg actual cost.

3.      P3-7. Perbedaan antara metode akumulasi biaya proses, pesanan, dan backflush adalah :

  • Metode akumulasi biaya proses adalah suatu metode dalam pengumpulan harga pokok produk dengan mengumpulkan biaya untuk setiap satuan waktu tertentu. Akumulasi biaya proses ini dapat diterapkan pada perusahaan menggunakan proses produksi terus-menerus, seperti perusahaan perakitan mobil, obat-obatan, perusahaan penerbangan, rumah sakit,dll.
    • Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Proses ( Process Costing )

Untuk Kalkulasi biaya proses mengakumulasikan biaya-biaya dari proses produksi atau dari departemen. untuk  Metode ini digunakan pada saat semua unit yang dihasilkan dalam suatu departemen atau pusat biaya pada dasarnya sama, atau pada saat tidak ada keperluan untuk membedakan unit-unit produk tersebut. untuk Kalkulasi biaya proses mengakumulasikan semua biaya dari mengoperasikan suatu proses dalam periode waktu tertentu, dan membagi biaya-biaya dengan jumlah unit produk yang melewati proses tersebut selama periode bersangkutan, Hasilnya adalah bentuk biaya per unit. Karena sifat dari keluaran dan akumulasi biaya, produk dari satu proses mungkin menjadi bahan pada proses selanjutnya dalam kasus di mana biaya per unit harus dihitung untuk masing-masing proses. untuk  Metode biaya proses dapat diterapkan untuk industri-industri seperti pabrik tepung, pabrik bir, pabrik kimia, dan pabrik tekstil dengan satu atau beberapa jenis produk yang jumlahnya besar. Metode tersebut juga dapat diterapkan untuk merakit dan menguji pengoperasian yang mengikutsertakan sejumlah besar jenis produk yang sama seperti peralatan listrik, suku cadang listrik, atau perkakas kecil lainnya.

  • Metode akumulasi biaya pesanan adalah adalah suatu metode yang digunakan dalam pengumpulan harga pokok suatu produk, dimana biaya dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak atau jasa terpisah, dan setiap  pesanan atau kontrak dapat dipisah sesuai identitasnya. Akumulasi biaya pesanan ini dapat diterapkan pada perusahaan yang menggunakan proses produksi secara terputus-putus, seperti pekerjaan konstruksi, bengkel, percetakan, catering makanan, meubel,dll.
    • Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan ( Job Order Costing )

untuk  Perhatian utamanya adalah penelusuran besarnya biaya pada pekerjaan, tumpukan barang, partai barang, atau pada kontrak itu sendiri. untuk Biaya-biaya diakumulasikan oleh barang pesanan atau barang spesifik pelanggan. untuk Metode ini digunakan pada saat produk yang dihasilkan dalam sebuah departemen atau pusat biaya beraneka ragam, dan hal ini mensyaratkan kemungkinan mengidentifikasikan secara fisik barang yang diproduksi dan membebankan masing-masing barang dengan biayanya sendiri. Kalkulasi biaya pesanan dapat diterapkan pada pembuatan barang pesanan di pabrik, bengkel kerja, dan bengkel perbaikan, yang dikerjakan oleh pemborong, insinyur bangunan, dan pelaksana, serta untuk pengusaha jasa yang hanya memiliki sedikit pekerjaan yang dilakukan pada waktu tertentu, seperti kesehatan, hukum, arsitektur, akuntansi, dan perusahaan konsultan. Metode biaya pesanan memberi kesempatan untuk mengendalikan biaya dan mengevaluasi profitabilitas dari perjanjian/kontrak, produk, atau lini produk.

  • Metode akumulasi biaya backflush adalah suatu cara yang dapat dilakukan untuk mengakumulasikan biaya pabrikasi dalam sebuah pabrik atau sebagian dari pabrik dimana kecepatan pemerosesannya sangat cepat sekali.
    • Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Backflush

Untuk Kalkulasi biaya backflush merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mengakumulasikan biaya pabrikasi dalam sebuah pabrik atau sebagian dari pabrik di mana kecepatan pemrosesannya sangat cepat sekali. Metode ini dapat dilakukan karena melalui ayat jurnal akuntansi biaya rutin yang dibutuhkan dalam catatan tambahan untuk akumulasi biaya pesanan dan biaya proses, berarti sangat menghemat waktu pemrosesan data. Bila waktu dan insentif yang tersedia tidak mencukupi untuk menelusuri rincian biaya barang dalam proses, maka kalkulasi biaya backflush memberikan metode pengakumulasian biaya yang dimulai dari belakang melalui informasi akuntansi yang tersedia setelah produksi selesai, yaitu pada akhir setiap periode akuntansi.

4.      P3-1. Industri-industri yang biasa menggunakan akumulasi biaya proses adalah :

 Pada sistem biaya proses, biaya diakumulasikan menurut masing-masing departemen, pusat biaya atau proses. Biaya unit rata-rata untuk satu hari, seminggu atau setahun diperoleh dengan membagi biaya departemen dengan jumlah unit (ton, kg, dsb) yang dihasilkan selama periode bersangkutan. Sistem biaya pemerosesan ditetapkan di mana produksi dilakukan dengan metode produksi massal atau proses secara sinambung. Diantara industri yang menetapkan sistem biaya proses misalnya industri kertas, baja, bahan kimia, Pabrik tepung, pabrik bir, pabrik kimia, dan pabrik tekstil. Metode tersebut juga dapat diterapkan untuk merakit dan memuji pengoperasian yang mengikutsertakan sejumlah besar jenis produk yang sama seperti peralatan listrik, suku cadang listrik atau perkakas kecil lainnya. Aneka industri yang menetapkan proses perakitan seperti industri mobil, mesin cuci, dan alat-alat listrik pada umumnya juga menetapkan sistem biaya proses.

5.      L3-3 Ayat jurnal untuk siklus akuntansi biaya (Transaksi-transaksi dari Daniel Company untuk bulan Januari) adalah :

                                                 Ayat Jurnal

                                            Daniel Company

                                            per 31 Desember

No

Keterangan

Debet

Kredit

A

Bahan

40000

 
         Utang Usaha  

40000

B

Bahan Dalam Proses

33000

 
         Bahan Baku  

33000

  Pengendali Overhead Pabrik

2000

 
        Bahan Baku  

2000

C

Gaji

40000

 
       Utang pajak penghasilan karyawan  

4800

        Utang pajak FICA  

3000

        Iuran serikat pekerja  

280

        Gaji tertunggak  

31920

D

Biaya gaji dan upah

31920

 
         Kas  

31920

E

WIP TKL

32000

 
         Biaya gaji upah  

32000

  WIP FOH

8000

 
         Biaya gaji dan upah  

8000

F

Pajak FICA

3000

 
  Pajak penggangguran federal

320

 
  Pajak penggangguran Negara bagian

680

 
         Upah dan gaji  

4000

G

WIP FOH

18000

 
         Kas  

18000

H

Pengendali overhead pabrik

2130

 
         Akumulasi penyusutan  

100

         Biaya asuransi  

780

         Biaya bumi dan bangunan  

1250

I

Barang dalam proses

2130

 
          Pengendali overhead pabrik  

2130

J

Barang jadi

92000

 
         Barang dalam proses  

92000

K

Kas

40000

 
  Piutang usaha

40000

 
         Penjualan  

80000

  Harga Pokok  Penjualan

60000

 
         Barang jadi  

60000

 

Jumlah :

409180

409180

L3-6 Laporan harga pokok penjualan ( Start Company) :

Laporan Harga Pokok Penjualan

                                               Start Company

                                            Per 31 Desember

Persediaan Bahan Baku AwalPembelian Bahan Baku 37500400000  +
Barang tersedia untuk diprosesPersediaan Bahan Baku Akhir 437500(24000)
Penggunaan bahan bakuBTKLBOP 413.500180.000219.000  +
Biaya ProduksiPersediaan WIP awal 812.50084.000  +
Total proses produksiPersediaan WIP akhir 896.500(30.000)
HPP/COGMFG Awal 866.50037.500  +
Persediaan tersedia untuk dijualFG Akhir 904.000(30.000)
COGS 874.000

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>